Jumat, 19 September 2008

BELAJAR CORELDRAW ITU MUDAH

Coreldraw adalah aplikasi design grafis yang digunakan untuk membuat berbagai macam design seperti logo, kartu nama, kalender, poster, stiker dan lain-lain. Bayangan orang awam, belajar Coreldraw sangat sulit, oleh karena itu banyak dibuka kursus design grafis dengan harga yang mahal. Untuk itulah saya mencoba memberi ilmu kepada para blogger untuk belajar Coreldraw tanpa biaya.
Menurut saya belajar komputer design grafis seperti orang membuka pintu. Posisi saya disini adalah membantu membuka pintu itu. Setelah pintu terbuka, silahkan Anda mendalami materi design grafis sendiri. Saya minta maaf software yang dipakai masih Coreldraw 11 karena kebetulan yang terinstal di komputer masih Coreldraw 11. Tetapi tidak apa-apa karena tidak terlalu berbeda dengan seri Coreldraw selanjutnya. Selamat belajar dan berlatih.
Tutorial 1 : Memulai Coreldraw
Langkah-langkah :

  1. Klik Start – All programs – Coreldraw 11 – Coreldraw 11

  2. Klik Start – All programs – Coreldraw 11 – Coreldraw 11
  3. Kita memasuki tampilan awal
  4. Pilih New Graphic dan kita memasuki jendela kerja Coreldraw

Tutorial 2 : Mengenal Jendela kerja Coreldraw
Dari sekian banyak komponen dalam jendela kerja Coreldraw, saya hanya akan menerangkan beberapa saja yang penting dipahami untuk pemula. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar lebih mudah untuk belajar. Komponen yang lain akan bisa dipahami setelah cukup mahir.
Komponen-komponen itu antara lain :

  1. Title bar (A)

    Title bar berisi informasi tentang aplikasi yang sedang aktif dan file yang dikerjakan. Apabila file itu belum pernah disimpan, maka secara otomatis akan diberi nama Graphic1.cdr, Graphic2.cdr dan seterusnya.

  2. Menu bar (B)
    Menu bar berisi perintah mengenai file yang akan atau sedang dikerjakan. Perintah yang dapat dipilih adalah yang berwarna jelas, sedangkan yang berwarna buram (tidak aktif) menunjukkan bahwa perintah tersebut tidak sesuai dengan objek yang sedang dikerjakan. Yang ada di dalam menu bar adalah File, Edit, View, Layout, Arrange, Effects, Bitmaps, Text, Tools, Windows, dan Help.
  3. Standart toolbar (C)

    Standar toolbar berisi perintah-perintah standar. Standar toolbar dimiliki oleh semua aplikasi under windows, seperti membuat file baru, menyimpan, copy, paste dan lain-lain

  4. Toolbox (D)

    Toolbox adalah sekumpulan peralatan yang dapat digunakan untuk membuat dan mengatur gambar, garis dan warna. Untuk lebih mudahnya, sorot dengan mouse maka akan menampilkan namanya.

  5. Printable area (E)
    Printable area adalah area yang bisa kita cetak dalam media kertas
  6. Color palette (F)

    Palet warna berisi jenis-jenis warna yang bisa kita gunakan untuk fill maupun outline objek sesuai dengan default warna yang kita gunakan

Tunggu tutorial Coreldraw selanjutnyta.

Senin, 12 Mei 2008

INDONESIA ICT AWARD 2008

Indonesia ICT Award 2008 adalah kegiatan bersama dan milik seluruh komponen bangsa sehingga seluruh pihak berperan dalam memajukan dan memanfaatkan karya anak bangsa di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Tujuan dilaksanakannya INAICTA 2008 adalah :
Meningkatkan kreatifitas profesional yang berpacu dalam pembuat solusi ICT
Memacu penggunaan ICT disemua lini industri
Mempersiapkan pemain ICT lokal untuk menghadapi kompetisi internasional
Memacu pertumbuhan industri ICT


Adapun kategori lomba meliputi :
e-Goverment
e-Business
e-Tourism and e-Culture
e-Education
e-Entertainment meliputi Games dan animation
Tools and Infrastructure
Research dan Development
Student Project meliputi SD, SMP, SMA/K dan PT
Robotika
i-Campur


Adapun persyaratan peserta adalah :
Kepesertaan INAICTA 2008 dibuka untuk semua WNI, perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, Lembaga Pemerintah, dan Lembaga Pendidikan dan riset
Perdaftaran INAICTA 2008 terbuka untuk semua karya inovasi yang dikerjakan oleh tenaga pengembang asli Indonesia dan hak atas kekayaan intelektualnya dimiliki oleh pendaftar.


Pendaftaran dapat dilakukan dengan tiga langkah, yaitu :
Mengisi formulir pendaftaran pada www.inaicta.web.id
Dapatkan nomor peserta
Melakukan transfer biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000 (perusahaan), Rp. 100.000 (Umum/perorangan) dan Rp. 50.000 (Siswa)

Pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Juni 2008 pukul 16.00 WIB

Kontak person hubungi :
Sekretariat INAICTA 2008
Gedung Menara Multimedia lt. 17
Kebon Sirih No. 12 Jakarta Pusat
Telp. 021-3860500 ext 300
Fax : 021-3860370

Sabtu, 10 Mei 2008

TIPS MENGATASI SISWA YANG SERING MEMBOLOS

Sebagai seorang pendidik, terusik hati saya ketika banyak siswa saya yang tidak masuk. Langkah pertama yang saya lakukan adalah memberikan nasehat kepada mereka untuk tidak absen dalam mengikuti pelajaran. Langkah pertama yang saya tempuh ternyata tidak berhasil karena masih banyak siswa yang tidak masuk. Ketidakberhasilan langkah pertama, saya lanjutkan dengan langkah kedua, yaitu memberikan nasehat dengan lebih keras dengan kata lain memarahi mereka. Langkah kedua ini ternyata tidak seluruhnya berhasil, hanya 50%.
Dua langkah yang telah dilakukan tidak memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, saya mengambil tindakan yang tidak biasa. Tindakan yang saya lakukan adalah meminta mereka yang sering tidak masuk dengan membuat surat pernyataan. Surat pernyataan ini isinya janji siswa untuk tidak mengulangi perbuatan yang sering tidak masuk. Ini mungkin surat pernyataan biasa seperti yang lain, tetapi saya buat menjadi tidak biasa dengan mencantumkan tanda tangan orang tua, ketua RT dan Ketua RW di lingkungan tempat tinggal siswa lengkap dengan stempel.
Tindakan yang ketiga ini ternyata cukup ampuh, dan berhasil 100%. Ada beberapa alasan kenapa tindakan ini berhasil, antara lain :
1. Surat pernyataan itu ternyata menjadi hukuman sosial yang cukup berat bagi mereka, baik siswa itu sendiri dan orang tuanya.
2. Meminta tanda tangan ketua RT dan ketua RW adalah beban tersendiri bagi siswa
Demikian tips saya, mudah-mudahan bermanfaat

Rabu, 30 April 2008

KECURANGAN UN

Berita kecurangan UN diberbagai daerah sungguh mengusik nurani saya sebagai pendidik. Apalagi isi berita itu sangat memojokkan pendidik. Berbagai pertanyaan muncul dari otak saya, kenapa bisa seperti itu. Jika salah satu alasannya karena ketakutan banyak siswanya yang tidak lulus, ini adalah alasan yang tidak gentleman. Sejatinya pelaksanaan Evaluasi bertujuan untuk membedakan antara siswa yang bisa dan siswa yang tidak bisa. Konsep ini harus dimengerti oleh setiap pendidik. Istilah "membantu" siswa sejatinya hanya berlaku ketika siswa akan melaksanakan ujian, bukan pada saat ujian.

UN MENINGKATKAN GAIRAH BELAJAR

Pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2008 telah berakhir. Pro dan kontra bermunculan di berbagai media. Sebuah bahasan wacana yang masih diperdebatkan. Untuk itulah saya mencoba untuk ikut memberikan wacana sebatas pengalaman saya di lapangan sebagai guru.
Menurut hemat saya pelaksanaan Ujian Nasional berdampak positif terhadap gairah belajar siswa. Hal ini terlihat perbedaan yang signifikan. Adanya Ujian Nasional menyebabkan motivasi belajar siswa bertambah besar. Bayangin saja, jika pada kelas 1 dan 2 banyak murid yang hanya belajar satu atau dua jam sehari, menjelang UN jam belajar itu durasi bertambah sekian lipat. Bahkan di hari libur mereka memaksa guru untuk memberi jam tambahan belajar. Suatu kondisi yang mustahil terjadi jika tidak ada UN.
Dari sisi orang tua, jika biasanya orang tua tidak peduli dengan jam belajar anaknya, ketika menghadapi UN orang tua ikut prihatin dengan menunggui anaknya belajar dan berdoa bahkan ada yang melaksanakan istighosah.
Sayangnya, gairah belajar itu hanya terjadi menjelang UN, yaitu pada semester akhir kelas 3, bayangin jika setiap semester siswa belajar dengan gairah seperti itu, saya pikir akan tercipta sumber daya manusia yang lebih baik.
Ini hanya wacana, pelaksanaan UN minus dengan praktek kecurangan akan menciptakan gairah bejar siswa yang tinggi.

Rabu, 19 Desember 2007

RAPORT SMK

Tingginya permintaan akan format raport SMK yang masuk ke tempat kami membuat kami cukup bangga karena apa yang kami tulis mendapat respon positif dari temen-temen guru SMK. Oleh karena itu, untuk memudahkan temen-temen mendapatkan file tersebut maka dalam posting ini kami sertakan fasilitas download melalui rapidshare.
Dalam waktu dekat kami akan sertakan pula raport untuk beberapa jurusan di SMK, sementara masih kami buat.
Silahkan anda dowload :

FORMAT RAPORT.PDF

Sabtu, 15 Desember 2007

MENCIPTAKAN KOTA SEMARANG SEBAGAI KOTA WISATA


Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia yang semakin cepat menyebabkan manusia semakin tertekan dalam kehidupan sehari-hari. Beban pekerjaan yang berat dan tuntutan kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan orang mudah stres. Oleh karena itu, keberadaan tempat wisata dapat digunakan sebagai sarana melepas stres.
Bila kita bicara tentang wisata, maka Kota Yogyakarta akan disebut sebagai kota tujuan wisata. Pada hari-hari libur, kota Yogya penuh dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Begitu juga dengan warga Semarang berbondong-bondong ke Yogya jika ingin berekreasi.
Pertanyaan yang muncul adalah kenapa Semarang tidak bisa seperti Yogyakarta sebagai kota tujuan wiasata. Padahal, dari wisatawan ini akan meningkatkan potensi ekonomi melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari akomodasi, cinderamata, makanan dan transportasi.
PEMBAHASAN
A. Macam-macam Tempat Wisata di Kota Semarang
Macam-macam tempat wisata yang potensial dikembangkan di Kota Semarang adalah:
1. Wisata Sejarah
Pemerintah Kota Semarang menyatakan saat ini Kota Lama sebagai suatu kawasan historis kota bercitra budaya khas menjadi prioritas utama bagi konservasi. Aset kota berupa urban heritage dan infrastruktur berupa bangunan-bangunan lama yang mempunyai nilai arsitektur tinggi, saat ini tinggal berupa ‘space’ yang tidak lagi membentuk ‘place’, karena sudah ditinggalkan oleh manusianya sebagai pelaku budaya. Aset ini disamping merupakan bagian masa lalu dan kebudayaan kota juga merupakan potensi pariwisata tak ternilai pada masa kini dan masa datang. Namun sayangnya, aset yang tak ternilai harganya ini disia-siakan begitu saja, sehingga cenderung menjadi ‘kota mati’.

2. Wisata Religi
Kota Semarang memiliki beberapa tempat ibadah yang bisa dijadikan obyek wisata antara lain :
a. Masjid Agung Semarang
Masjid yang berarsitektur Jawa-Timur Tengah dan Eropa ini sangat megah. Banyak yang berdecak kagum dengan kemegahan masjid yang tersebut. Di antaranya mereka mengagumi menara masjid. Lewat menara ini, kita bisa melihat kota Semarang dari atas melalui teropong.
Keberadaan masjid dapat dijadikan tempat wisata dengan dukungan fasilitas yang memadai seperti tempat parkir yang luas, pertokoan untuk membeli cinderamata, dan transportasi yang mudah.
b. Pagoda Avalokitesvara
Pagoda yang berada di Kawasan Watugong ini cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata karena selain sebagai tempat ibadah juga pagoda ini memiliki bangunan yang eksotik dengan relief yang mirip dengan Candi Borobudur. Fasilitas yang lain juga mendukung seperti lokasi yang dekat jalan raya dan tempat parkir yang luas.
3. Wisata Alam
Dalam pembangunan perkotaan yang pesat seiring pesatnya laju pertumbuhan penduduk kota, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan ruang-ruang terbuka hijau sebagai unsur kota dan merupakan kebutuhan mutlak bagi penduduk kota. Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan yang ideal adalah keseimbangan koefisien penggunaan tata ruang yang memadai antara luas perkotaan dan pertambahan penduduk. Kota Semarang yang merupakan Kota Metropolitan berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa dengan luas wilayah 37.360,947 hektar diharapkan mampu mempertahankan RTH sebagai upaya melestarikan lingkungan. (M Farchan, 2006).
Sesuai konsep rencana tata ruang terbuka hijau perkotaan, maka ada dua fungsi yaitu utama (intrinsik) dan tambahan (ekstrinsik). Yang utama yakni fungsi ekologis, sedangkan untuk tambahan adalah fungsi arsitektural, ekonomi, dan sosial. Dalam wilayah perkotaan, fungsi itu harus dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan, kepentingan, dan keberlanjutan kota. RTH berfungsi ekologis adalah untuk menjamin keberlanjutan suatu kawasan kota secara fisik, yang merupakan bentuk rencana berlokasi, berukuran, dan berbentuk pasti dalam suatu kota. Adapun fungsi tambahan adalah dalam rangka mendukung dan menambah nilai kualitas lingkungan dan budaya kota. Dengan begitu dapat berlokasi sesuai kebutuhan dan kepentingannya, misalnya keindahan (taman), rekreasi (lapangan olahraga), dan pendukung lanskap kota.
Sebagai tempat rekreasi, RTH di kota Semarang potensial untuk mendatangkan wisatawan seperti Taman Lele. Sejak Taman Margasatwa Tinjomoyo ditutup, kota Semarang tidak memiliki kebun binatang. Oleh karena itu Taman Lele bisa dijadikan kebun binatang dengan menambahkan satwa dari Taman Margasatwa Tinjomoyo, sehingga lebih menarik bagi wisatawan.
4. Wisata Tradisi
Kota Semarang memiliki beberapa tradisi yang bisa dijadikan obyek wisata antara lain :
a. Dugderan
Dugderan merupakan tanda dimulainya puasa. Hal ini terjadi pada tahun 1881 di bawah Pemerintah Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat. Beliaulah yang pertama kali memberanikan diri menentukan mulainya hari puasa, yaitu setelah bedug Masjid Agung dan meriam di halaman kabupaten dibunyikan masing-masing tiga kali. (Mardiana, 2006).
Adanya upacara tersebut makin lama makin menarik perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya. Ini menyebabkan datangnya para pedagang dari berbagai daerah yang menjual berbagai macam makanan, minuman dan mainan anak-anak seperti yang terbuat dari tanah liat (celengan, gerabah), mainan dari bamboo (seruling, gangsingan),dan mainan dari kertas (warak ngendog).
Tradisi ini mempunyai potensi untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dimana kedatangan wisatawan ini akan memutar roda perekonomian dan perdagangan, mulai dari akomodasi, cinderamata, makanan dan transportasi. Ini akan menimbulkan efek domino bagi sector lain termasuk investasi. Oleh karena itu perlu mengemas Dugderan menjadi paket wisata yang menarik.
c. Perayaan kedatangan Laksamana Cheng Ho
Setiap menginjak bulan keenam penanggalan Imlek, Kota Semarang akan merayakan kedatangan Laksamana Cheng Ho bersama juru mudinya Wan Jing Hong (Ong King Hong). Prosesi biasanya dipusatkan di tempat mereka merapat tahun 1405 lalu, yaitu di kawasan Simongan, kurang-lebih 3 km arah barat Tugu Muda. Tempat tersebut dibangun monumen religius bernama Kelenteng Sam Poo Kong atau Gedong Batu pada tahun 1724. (Sukawi, 2006).
Selama beratus-ratus tahun, Klenteng Sam Poo Kong telah menjadi tempat tujuan wisatawan dan peziarah dari seluruh dunia untuk mengenang kebesaran Laksamana Cheng Ho. Upaya untuk menjual potensi wisata ini dapat dilakukan dengan mempercantik Klenteng Sam Poo Kong. Selama ini ''terdamparnya'' Sam Poo Tay Djien (Laksamana Cheng Ho) hingga di Gedong Batu ditandai dengan ritual arak-arakan patungnya dari Klenteng Tay Kak Sie di kawasan Pecinan ke Klenteng Sam Po Kong Gedong Batu Simongan. Arak-arakan ini juga merupakan aktrasi tersendiri yang dapat dijual kepada wisatawan. Festival Barongsai maupun Lampion atau aktraksi lainnya yang berbau tradisi Cina juga wajib untuk diangkat menjadi sebuah pertunjukan kebudayaan dan dikemas yang menarik. Agar suasana terkesan lebih hidup, replika perahu atau kapal Sam Poo Kong perlu juga dibuat di sungai Banjir Kanal Barat.Para pelaku pariwisata dan penyelenggara akomodasi wajib mengemas kegiatan ini dengan membuat paket-paket wisata yang relatif murah tapi menarik.
Berkaitan dengan upaya menggaet wisatawan, sebetulnya di Semarang banyak Chinese Heritage (Pusaka Budaya Cina) seperti kawasan Pecinan dengan 10 klentengnya. Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, merupakan klenteng induk bagi seluruh klenteng yang ada di Semarang Dengan kedatangan wisatawan akan memutar roda perekonomian dan perdagangan. Mulai dari akomodasi, cinderamata, makanan, dan transportasi akan mengalami kenaikan permintaan yang akan menimbulkan efek domino bagi sektor yang lain, termasuk sektor investasi. Dengan peringatan ini diharapkan kegiatan pengembangan pariwisata di Semarang akan menggeliat. Sehingga peninggalan Cheng Ho termasuk kegiatan didalamnya dapat menjadi aset wisata yang mampu menjadi sarana bisnis dan mendatangkan pendapatan bagi kota Semarang.
5. Wisata Kuliner
Kuliner Semarang memiliki potensi yang tidak bisa dientengkan. Bisnis oleh-oleh di Jalan Pandanaran ini menurut laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengalami kenaikan sebesar 20-25 %. (Seputar Semarang edisi 17 – 23 Oktober 2006). Padahal dalam kasus perrtumbuhan ekonomi secara umum, di Semarang hanya mengalami kenaikan dengan kisaran 3 %. Karena itu pakar ekonomi optimis dalam tahun-tahun ke depan, pusat jajan di Semarang akan semakin cerah.
Di ruas jalan Pandanaran, kita bisa membeli makanan khas Semarang seperti lumpia, banding presto, dan wingko.
B. Menciptakan Kota Semarang sebagai Kota Tujuan WisataUntuk menciptakan Kota Semarang sebagai kota tujuan wisata, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Promosi Paket Wisata
Atraksi wisata diantaranya, menampilkan berbagai acara festival, gala seni, pasar rakyat, pekan seni dan promosi. Dengan mengemas budaya daerah dalam suatu paket acara yang atraktif dan representatif melalui pagelaran kesenian yang cukup menarik seperti, siteran, gamelan, gambang semarang, ketoprak, wayang orang, dan lainnya. Pengembangan wisata yang cukup potensial ini tidak akan lepas dari strategi dan cara pemasaran yang baik serta komitmen bersama. Pemkot juga harus menggandeng pihak swasta khususnya biro perjalanan wisata (tour and travel) untuk turut serta berpromosi. Peran biro perjalanan dalam memasarkan produk tersebut sangat dominan karena usaha ini memiliki jaringan yang cukup luas (armada, hotel, dan lainnya), media promosi yang luas (brosur/pamflet, koran, majalah, dan lainnya), dan customer atau pengguna jasa yang dapat dipersuasi agar tertarik mengikuti program wisata.
2. Renovasi bangunan kuno
Bangunan kuno yang ada seperti stasiun Tawang, Gereja Blenduk, rumah-rumah kuno, bangunan kuno untuk perkantoran, hendaknya di renovasi dengan tanpa merubah bangunan secara total sehingga keasliannya tidak hilang dan dirawat supaya kelihatan lebih menarik, Memfungsikan kembali bangunan kuno terutama yang dibiarkan kosong untuk aktivitas yang dapat berlangsung pagi, siang maupun malam hari seperti pasar malam atau kegiatan komersial yang lain.
3. Penataan PKL yang rapi dan aktraktif
Untuk meningkatkan penghidupan pedagang kecil atau PKL pemerintah kota dapat menyediakan fasilitas seperti warung-warung kecil yang tertata rapi dan didesain secara atraktif terutama di tempat. Kondisi ini dapat ditawarkan kepada para turis baik lokal maupun mancanegara untuk menarik mereka agar berbelanja souvenir dan makanan khas kota Semarang dengan nyaman dan aman
4. Menyediakan Prasarana Kota
Prasarana kota ini berupa kantong-kantong parkir yang cukup terutama untuk mengantisipasi event-event tertentu yang diselenggarakan untuk menyemarakkan kawasan wisata. Memberikan penerangan jalan terutama untuk kawasan-kawasan yang sepi dan gelap sehingga menghilangkan kesan “angker” dari kawasan tersebut. Penyediaan pedestrian bagi para pejalan kaki, selain itu penambahan vegetasi sebagai pelindung dan pengarah yang ditempatkan di daerah-daerah yang gersang
5. Partisipasi Masyarakat
Pemerintah kota harus bersama-sama dengan dinas yang terkait untuk membuat beberapa program pengembangan untuk kawasan wisata. Hal ini merupakan peluang bagi masyarakat sekitar lokasi untuk dapat membantu pemerintah dalam merealisasikan program-program pengembangan tersebut sehingga selain dapat memberikan keuntungan bagi pemerintah tetapi juga memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Pemerintah tidak sekadar bicara pelestarian, tetapi juga meningkatkan nilai dan kegiatan ekonomi di kawasan wisata sehingga memberi insentif kepada masyarakat setempat.
PENUTUP
A. Simpulan
1. Perkembangan dunia yang semakin cepat menyebabkan manusia semakin tertekan dalam kehidupan sehari-hari. Beban pekerjaan yang berat dan tuntutan kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan orang mudah stress. Oleh karena itu, keberadaan tempat wisata dapat digunakan sebagai sarana melepas stress.
2. Macam-macam wisata yang potensial dikembangkan di Kota Semarang adalah (1) Wisata Sejarah, (2) Wisata Religi, (3) Wisata Alam, (4) Wisata Tradisi, dan (5) Wisata Kuliner.
3. Untuk menciptakan Kota Semarang sebagai kota tujuan wisata, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : (1) Promosi Paket Wisata, (2) Renovasi bangunan kuno, (3) Penataan PKL yang rapi dan aktraktif, (4) Menyediakan Prasarana Kota dan (5) Partisipasi Masyarakat.

B. Saran
1. Menciptakan Kota Semarang sebagai kota tujuan wisata memerlukan kerja keras semua pihak terutama Pemerintah Kota Semarang.
2. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kota tujuan wisata tersebut.

Jumat, 14 Desember 2007

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN KIMIA SISWA SMK NEGERI 8 SEMARANG


Suatu ciri khas dalam pendidikan “modern” saat ini, hendaknya siswa dapat berpartisipasi aktif sedemikian hingga melibatkan intelektual dan emosional siswa di dalam proses belajarnya. Dengan demikian dapat diterjemahkan bahwa dalam setiap pembelajaran kimia harus diarahkan untuk pengembangan daya aktivitas siswa baik mental maupun fisik.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka solusi yang merupakan upaya meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa adalah dengan memberikan pengalaman langsung kepada siswa terhadap materi kimia melalui praktikum.
Masalah yang timbul adalah tidak semua sekolah mempunyai gedung laboratorium dengan peralatan praktek kimia yang lengkap. Kondisi ini terutama dialami oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selain SMK Pharmasi. Hal ini tentu tidak mendukung upaya pembelajaran kimia melalui pengalaman langsung oleh siswa terhadap konsep dan fakta kimia.
Sehubungan dengan itu, kami mencoba memberikan satu terobosan pembelajaran kimia dengan melaksanakan praktikum tanpa gedung laboratorium dan peralatan kimia yang mahal.
Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah pembelajaran kimia dengan penggunaan media interaktif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang ? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar kimia siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan media interaktif.
Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, yang masing – masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan menggunakan media interaktif berbantuan komputer dengan metode pembelajaran tanya jawab dan diskusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir siklus kedua rata-rata hasil belajar 7,73, ketuntasan hasil belajar 83,87%, dan persentase aktivitas siswa dalam proses pembelajaran 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar >80% dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran >70%, yang berarti sudah ada peningkatan kualitas pembelajaran kimia siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan media interaktif.
(Laporan ini adalah hasil dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang didanai blockgrant dari LPMP Jawa Tengah tahun 2007).
Catatan : Bagi yang membutuhkan copy laporan dapat mengisi shoutbox dan akan kami kirim melalui email). Read more ...